Tampilkan postingan dengan label Tips-Tips TOYOTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips-Tips TOYOTA. Tampilkan semua postingan

Tetap Terjaga Saat Berkendara Malam



2009-Toyota-FCHV-adv-night-driving
Kemacetan di pagi, siang dan sore hari dapat terakumulasi menjadi kelelahan dan rasa kantuk yang tak tertahankan di malam hari. Tak dapat dipungkiri, mengantuk saat mengemudi adalah ancaman terbesar dan menjadi penyebab kecelakaan yang fatal di jalan raya.
Tertidur  saat mengemudi akibat kelelahan sering menjadi sumber malapetaka, terlebih dalam sebuah perjalanan yang panjang. Meski sekejap saja kita memejamkan mata, saat membuka mata bisa-bisa kita sudah beada di Instalasi Gawat Darurat. Sebuah data statistic memaparkan terdapat 300 orang menjadi korban setiap tahunnya karena Sang Supir tertidur saat melaju di jalan.

Mengemudi adalah bagian dari kesadaran pribadi. Kita masing masing harus mawas dan bertanggung jawab atas dirikita dan orang lain. Terkait dengan itu kita harus tahu betul batasan dayatahan tubuh. Karena obat-obatan yang kita konsumsi, alcohol dan beberapa  jenis makanan memiliki kecenderungan untuk membuat badan kita mengantuk.
Lalu sebetulnya apa saja hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membuat kita tetap terjaga dan terhindar dari kantuk yang mengancam (utamanya saat berkendara di malam hari)?
Istirahat, saat kelelahan mulai terasa
Menepilah manakala anda mulai merasa kelelahan, pilih tempat peristirahatan yang nyaman dan memungkinkan Anda untuk tidur beberapa saat.
Rencanakan perjalanan
Jika bepergian dalam jarak tempuh yang cukup jauh sebaiknya anda merancang rencana perjalanan dan memperkirakan lokasi lokasi istirahat. Pastikan anda beristirahat selama 15 menit setiap 2 jam perjalanan.
Minum Kopi
Meminum kopi atau minuman lain yang mengandung kaffein tebilang ampuh untuk mengusir kantuk dan kelelahan. Dapat pula dipilih minuman berenergi yang cocok untuk Anda (tidak mengganggu lambung dan pencernaan).
Bergantian Mengemudi
Bila memungkinkan atau Anda tidak sendirian sat berkendara, ada baiknya bergantian mengemudi tiap beberapa jam. Namun perlu diingat juga bahwa bagi ‘co-driver’ sebaiknya juga tetap terjaga dan menemani sang pengemudi. Selain menjadi teman ngobrol, penting juga di saat kita melalui jalur yang kurang dikenal.
Memilih Tempat Istirahat
Saat lelah tak dapat lagi tertahankan sebaiknya anda segera menepi dan masuk ke rest-area (tempat peristirahatan). Pilihlah tempat peristirahatan yang nyaman dan aman. Jangan menepi di bahu jalan jika anda berada di jalan tol. Rest-area biasanya menawarkan layanan tertentu selain SPBU atau kafetaria, Anda dapat pula mencoba pijat refleksi yang ditawarkan. Pastikan juga ‘co-driver’ yang bergantian juga mendapatkan istirahat. Jangan lupa meyakinkan setiap penumpang  untuk buang air, karena biasanya masalah sepele seperti ini bisa menjadi gangguan saat perjalanan jauh.
Lelah = Berkurangnya Kemampuan
Perlu diingat kembali saat lelah, tubuh kita menjadi kurang awas. Kelelahan akan menurunkan kadar konsentrasi, serta mengurangi kesigapan kita dalam mengoperasikan kendaraan. Menurunnya respon terhadap situasi jalanan jelas merupakan bahaya besar, sepersekian detik kita terlambat mengantisipasi kejadian  di depan kita dapat berujung pada sebuah malapetaka
Selain tips-tips tadi, ada pula yang perlu diingat, yaitu hindarilah “pressure driving” atau mengemudi dalam tekanan. Berangkatlah lebih awal, karena saat kita terlambat berangkat ke suatu tempat, kita cenderung terburu-buru dan menjadi lengah saat melaju kencang. Tetap santai dan jauhkan diri anda dari tekanan waktu. Memotong waktu saat melaju kencang tak akan berarti jika terjadi kecelakaan. Karena saat terjadi kecelakaan waktu anda akan terbuang berlipat-lipat lebih banyak.

Rahasia Salon Mobil




Membersihkan mobil di akhir pekan seperti sudah jadi ritual bagi sebagian orang. Selain mobil bersih, badan juga segar. Tapi kadang terselip kecewa di hati, sudah berkeringat, hasil belum maksimal. Jangan putus asa, ayo curi rahasia salon mobil mendandani kliennya.

Rahasia pertama, saat membersihkan interior, mulailah dari area pengemudi. Simpel saja alasannya. Begitu mobil akan digunakan/dipindahkan, area ini sudah beres.

Rahasia kedua, kaca jendela dibersihkan belakangan. Ini mencegah kaca kotor lagi saat membersihkan bagian lain seperti panel pintu dan plafon. Saat membersihkan kaca, pertamakali turunkan kaca sedikit sehingga bagian atas kaca bisa di bersihkan. Lalu tutup sepenuhnya dan cuci seluruh bagian jendela.

Rahasia ketiga, jangan sekali-kali membersihkan plastik bening yang menutup panel meter karena cairan pembersih bisa meninggalkan noda yang susah hilang.

Rahasia keempat, Jika karpet sangat kotor dan banyak yang terselip dilipatan dan daerah yang sulit dijangkau, lepas saja kursi dan keluar dari interior.Dengan cara ini kotoran-kotoran yang terselip lebih mudah dibersihkan. Area-area yang sebelumnya diabaikan bisa dibersihkan.Hati-hati dengan kabel-kabel di bawah kursi. Jika colokannya bisa dilepas, dilepas saja.Tentu saja saat kursi dipasang jangan lupa dicolokin lagi.

Rahasia kelima, bersihkan kompartemen mesin sebelum mencuci kendaraan sehingga gemuk dan kotoran ikut hanyut saat mobil di cuci. Lapisi fender dengan kain/handuk untuk mencegah bercak dan goresan yang mungkin terjadi ketika menggunakan pembersih yang kuat. Hati-hati dengan modul elektronik, jangan sampai tersiram air. Cukup lap basah.

AC Terawat, Bensin Hemat




Salah satu sistem yang penting dalam mobil adalah sistem pendingin/AC. Bukan soal kenyamanan saja manfaat sistem pendingin mobil, juga berkaitan dengan aerodinamika mobil. Karena kaca mobil yang dibuka justru memperbesar hambatan angin atau dengan kata lain konsumsi bahan bakar jadi boros.








Sistem pendingin termasuk sistem yang banyak menyedot energi mesin. Apalagi jika kondisinya tidak terawat. Pada saat harga bahan bakar terus membumbung, setiap tetes jadi cukup berharga untuk di hemat. Merawat sistem pendingin agar tetap optimal bisa berkontribusi menghemat bahan bakar.
  1. Yang penting rajin menjaga kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Perhatian lebih untuk floor mat dikursi depan karena berdekatan dengan evaporator tempat masuknya udara. Kotoran bercampur udara lembab jadi tempat ideal tumbuhnya jamur dan spora yang sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak enak bila pertama kali AC dihidupkan. Aroma yang tidak menyenangkan mendorong anda membuka jendela.
  2. Rajin membersihkan kondensor agar tidak memberatkan kondensor.
  3. Selain menjaga kebersihan perilaku sehari-hari juga ikut berperan. Misalkan, tidak memarkir mobil di bawah terik matahari. Karena saat mobil dikendarai, pengemudi cenderung mendorong AC bekerja maksimal untuk secepatnya mendinginkan suhu kabin. Akibatnya konsumsi bahan bakar ikut melonjak. Pada kondisi seperti ini lebih baik membuka kaca sambil berjalan pelan agar udara panas tergantikan udara baru. Setelah itu baru tutup jendela. Kebiasaan lain yang juga memboroskan bensin adalah menghidupkan AC saat mobil diparkir agar suhu udara kabin sudah dingin saat di gunakan. Solusi Toyota untuk kondisi seperti itu di implikasikan pada Prius. Toyota memasang panel sel surya pada atap Prius. Energi listrik yang terkumpul dari sel surya di gunakan untuk menghidupkan sistem ventilasi agar suhu interior bisa keluar, dan tidak naik.
  4. Saat melaju kencang, jangan memaksimalkan kerja AC karena saat itu kerja mesin sangat berat dan konsumsi bahan bakar tinggi.
  5. Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang dengan menurunkan temperaturnya.
  6. Sebelum menghidupkan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil baru hidupkan AC. Begitupun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu bila mau matikan mesin.
  7. Kalau ada gejala yang tidak biasa seperti AC kurang dingin lebih baik segera ke bengkel, agar cepat dicarikan solusinya.
Lakukan perwatan max sebulan sekali dengan cara membersihkan kerak-kerak, karat, debu, kotoran, minyak oil pada coil-coil, sirip-sirip AC dengan megunakan pembersih yang kuat dan diformulasikan secara khusus.

sumber : www.toyota.co.id

Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien



  1. Pengecekan Bagian Luar Mobil
  2. Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.
    Pengecekan Ban 
    Kembang ban
    Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar.
    Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban.
    Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.
    Pengecekan Mesin 
    Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.
  3. Pengecekan Dalam Mobil
  4. Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis.
    Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.
  5. Posisi Duduk
  6. Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:
    1. Komunikasi
      Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil.
    2. Kenyamanan
      Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh.
    3. Kontrol
      Sabuk Pengaman
      Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.
    Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:
    Sabuk Pengaman
    Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya.
    Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat.
    Jarak Kursi 
    Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.
    Sandaran Kursi 
    Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.
    Jarak ke kemudi
    Jarak Tubuh & Kemudi
    Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.
    Posisi Penahan Kepala 
    Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala. 
    Ketinggian Kemudi 
    Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.
    Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:
    Indikator Dashboard
    Pengecekan Instrumen Dashboard
    Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.
    Pengaturan Kaca Spion 
    Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.
    Pengecekan Lampu-lampu 
    Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.
  7. Olah Kemudi
    Olah Kemudi
  8. Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir.
    Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian.
    Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:
    1. Tarik-Dorong 
      Setir

    2. Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi.
    3. Silang
    4. Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.
  9. Teknik Pengereman
  10. Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).
    ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.
    Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.
    EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.
    Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.
  11. Scanning
  12. Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.
    Blind Spot
  13. Blind Spot
  14. Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.
  15. Safe Following Distance
  16. Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:
    Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.
    Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’. 
    Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.
  17. Safe Stopping Distance
  18. Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.
    Parkir
  19. Parkir
  20. Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar berikut:
Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:
  • Pastikan kondisi mesin selalu prima.
  • Jaga putaran mesin tetap rendah.
  • Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
  • Gunakan pengereman dengan mesin.
  • Tekanan udara ban selalu normal.
  • Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.
  • Matikan AC jika tidak diperlukan.

Tips Merawat AC Toyota

CARA TEPAT MERAWAT AC UNTUK KENDARAAN TOYOTA ANDA


Sistem Kerja AC
AC (Air Conditioner) merupakan komponen penting dalam kenyamanan berkendara yang berfungsi : mengatur suhu udara, sirkulasi,tingkat kelembaban dan kebersihan udara.

Sistem kerja AC merupakan rangkaian tertutup, dimana terdapat zat yang bersirkulasi untuk dapat menghasilkan udara dingin, zat tersebut adalah refrigant, biasa disebut dengan freon (HFC134a), Refrigant akan berubah wujud dan tekanannya pada setiap komponen AC.

Alur Kerja Sistem AC :
  1. Compressor sebagai penggerak sirkulasi refrigant akan mendorong refrigrant ke Condensor.
  2. Pada condensor, refrigant akan berubah menjadi cair.
  3. Refrigant akan mengalir melewati receive (filter) dan di tempat ini kotoran akan ditampung.
  4. Refrigant lalu masuk ke expansion valve dan evaporator di ruang kabin, refrigant berubah dari kabut menjadi gas. Efek udara yang dihembuskan oleh blower pada evaporator akan keluar dari kisi-kisi angin menjadi udara dingin.
Tipe merawat ac mobil Toyota
Gangguan yang dapat terjadi pada AC dan tips perawatannya :
  1. AC Berbau
    Pada dasarnya komponen AC tidak menimbulkan bau. Bila dijumpai kabin berbau saat AC dinyalakan, berikut ini penyebabnya :

  • Pemakaian pengharum mobil. Bahan pengharum berkualitas rendah cenderung sulit dibersihkan bila menempel dalam evaporator.
  • Debu dan kotoran dalam kabin. Akibatnya seringya membuka jendela, pengguna alas kaki yang kotor dapat menyebabkan kabin dan karpet menjadi kotor sehingga debu menempel dalam evaporator dan mengakibatkan tumbuh jamur yang menimbulkan bau tak sedap.
  • Asap Rokok. Nikotin dalam asap rokok bersifat lengket dan berlendir bila menempel pada evaporator.
Cara merawat AC agar tidak berbau :
  • Rutin membersihkan karpet mobil terutama dua karpet didepan dan menutup rapat pintu dan jendela bila AC dinyalakan
  • Gunakan pengharum mobil dengan mutu terjamin. Aroma Kit merupakan pengharum mobil produksi Toyota yang dianjurkan dan aman untuk digunakan.
  • Jangan merokok di dalam mobil saat AC dinyalakan.
  1. AC tidak dingin
    Beberapa hal penyebab AC tidak dingin, antara lain ;

  • Bocor pada sambungan pipa AC :
    disebabkan oleh faktor usia, perawatan yang kurang tepat, pemakaian komponen AC yang tidak original dan tidak rutin melakukan service berkala.
  • Masalah pada komponen utama AC
    • Evaporator bocor, karena faktor usia atau terbentur oleh benda luar (kerikil, baru atau lainnya).
    • Evaporator atau condensor kotor, karena berhubungan langsung dengan udara. Bila kotor, maka proses perpindahan panas akan terhambat sehingga AC tidak dingin.
Cara yang dapat dilakukan bila AC tidak dingin, antara lain :
  • Periksa kebocoran refrigant.
  • Bersihkan condensor dan evaporator.
  • Mengganti receive (filter) yang berfungsi sebagai pengering atau penyerap kandungan air.

  1. AC berbunyi
    Bunyi yang terdengar di dalam kabin, dapat disebabkan oleh beberapa hal :

  • Expansion Valve yang sedang bekerja. Hal ini dapat menyebabkan bunyi mendesis. Bunyi yang muncul selama tidak mengganggu (tidak nyaring) adalah hal normal.
  • Motor blower AC bunyi. Karena blower kotor atau terdapat serpihan kertas, daun atau plastik yang tersangkut pada kisi-kisi blower AC yang berada pada ruang kabin mobil.
Cara merawat AC tidak berbunyi, antara lain :
  • Periksa tiap komponen utama AC yang menjadi sumber bunyi.
  • Periksa dan bersihkan blower dan kisi-kisi saluran AC.

  1. AC bocor (mengeluarkan tetesan air)
    Tetesan air dari selang pembuangan AC adalah hasil pengembunan evaporator dan merupakan hal wajar, kecuali bila tetesan air itu jatuh di dalam kabin mobil berarti ada penyumbatan pada saluran buang air AC.

Cara merawat AC bocor, antar lain :
Buka dan bersihkan selang pembuangan AC, kemungkinan selang tersumbat karena kotor.

PERHATIAN !
Apakah pengaruh AC terhadap penumpang dalam kendaraan apabila berhenti lama dengan mesin dan AC menyala ?
Penjelasan :
Saat AC menyala,terjadi perbedaan tekanan udara luar dan dalam kendaraan (tekanan udara dalam lebih rendah daripada luar), sehingga menyebabkan udara susut di dalam dan cenderung menarik udara luar. Contoh, bila terdapat gas yang berbahaya diluar kendaraan dalam waktu yang cukup lama dan terjadi kebocoran body maka gas tersebut akan tersedot ke dalam kendaraan yang membahayakan bila tehisap penumpang.

Sumber : Buletin TOYOTA 

Tips Merawat Kopling



Beberapa pengendara mengeluhkan bahwa ia harus seringkali mengganti pelat kopling yang cepat habis, padahal menurutnya jeda waktu penggantian pelat kopling belum lama. Tentu saja dengan seringnya mengganti pelat kopling berarti harus mengeluarkan uang yang lebih banyak.

Menurut pengalaman, salah satu penyebab paling umum cepat habisnya pelat kopling adalahtata cara mengemudi kendaraan yang kurang baik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami informasikan mengenai kopling dan tata cara mengendarai kendaraan agar kopling dapat bekerja secara optimal dan tentu saja tidak mudah rusak.

Mekanisme Kopling

a. Komponen kopling


Sistem kopling (clutch) terletak diantara mesin dan sistem penggerak (transmisi), seperti diperlihatkan pada gambar di samping. Fungsi kopling yaitu sebagai penerus putaran mesin ke sistem penggerak


Sistem kopling terbagi dalam sejumlah komponen yang masing-masing memiliki fungsi saling mendukung bagi optimalisasi tugas penerus putaran mesin ke sistem penggerak. Satu set kopling terdiri dari pelat/piringan kopling (clutch disc), matahari (cover clutch), roda gila (flywheel), dan laher kopling (release bearing).

b. Prinsip Kerja Kopling


Saat pedal kopling ditekan, hubungan antara mesin dengan sistem penggerak (transmisi) terputus karena roda gila (flywheel) danpelat/piringan kopling (clutch plate) tidak saling bersinggungan sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak dapat diteruskan ke komponen penggerak. Lalu, bila pedal kopling dilepas atau tidak diinjak (difungsikan) maka hantaran putaran mesin akan kembali menggerakkan transmisi.

Penggunaan kopling yang BENAR

Agar kopling dapat berfungsi dengan sempurna serta tidak gampang mengalami kerusakan, maka berikut ini adalah tahapan penggunakan kopling yang dianjurkan :

Jika menginjak pedal kopling, maka tekanlah pedal kopling sepenuhnya. Tujuannya adalah agar roda gila (flywheel) dan pelat/piringan kopling(cluth plate) dapat terpisah secara sempurna, sehingga dapat memudahkan dalam memindahkan tuas transmisi.
Ketika sedang menginjak pedal kopling secara sempurna, pindahkantuas transmisi.
Setelah memindahkan tuas transmisi, selanjutnya bebaskan injakan kopling secara perlahan diselaraskan dengan injakan pedal gasagar kendaraan dapat berjalan dengan halus dan tidak membuat kendaraan meloncat.
Penggunaan kopling yang SALAH

Seringkali kita tidak mengetahui sebenarnya terdapat beberapa hal yang menjadikan komponen kopling cenderung mudah mengalami kerusakan. Berikut ini hal-hal yang dapat memudahkan komponen kopling mengalami kerusakan, antara lain :

Meletakkan kaki pada pedal kopling selama kendaraan berjalan. Hal ini dapat mempercepat keausan pada release bearing dan pelat/piringan kopling
Menahan setengah kopling saat mobil antri di tanjakan. Hal ini dapat mempercepat kerusakan sistem kopling. Mesin pun sering terasa bergetar sehingga membuat fungsi karet penahan mesin (engine mounting) juga dapat terganggu. Sebaiknya gunakan rem tangan untuk menahan kendaraan ketika sedang antri di tanjakan.
Menginjak dan melepas kopling secara kasar . Bila dilakukan dengan cara yang kasar maka sentuhan pelat/piringan kopling terhadap roda gila (flywheel) akan terasa lebih keras, hal ini akan mempercepat keausan sistem kopling.
Tips Merawat Kopling

Melakukan pengecekan dan perawatan kopling secara rutin.
Gunakan selalu gigi satu untuk start awal kendaraan, karena jika menggunakan gigi di atasnya, kopling akan dibebani secara berlebihan dan mempercepat keausan
Netralkan tuas transmisi jika berhenti. Contoh : di lampu merah
Masalah umum yang terjadi pada kopling

Kopling selip
Akibat dari kopling selip, kendaraan tidak dapat berjalan, kurang tenaga, dan dapat menyebabkan boros bahan bakar, hal ini disebabkan tenaga mesin tidak tersalurkan ke sistem penggerak (transmisi) karena pelat/piringan kopling sudah aus.
Kopling jeblos
Akibat dari kopling jeblos, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan, hal ini disebabkan tidak dapat terpisahnya pelat/piringan kopling dengan mesin karena tenaga yang disalurkan dari pedal tidak mampu diteruskan ke sistem kopling.
Kopling lengket
Akibat dari kopling lengket, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan karena tidak terpisahnya pelat kopling dan mesin akibat pelat/piringan kopling lengket. Penyebab kopling lengket karena air atau lumpur yang masuk ke area sistem kopling.
Perhatian !!!

Jika pada saat menggunakan kopling, tercium bau terbakar, disarankan segera menghentikan kendaraan dan parkir terlebih dahulu karena indikasi tersebut menunjukkan bahwa terjadi panas tinggi pada kopling, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem kopling.

Tips Berkendara Aman di Saat Banjir

A. Sebelum Berkendara Di Musim Hujan

Periksalah item-item sebagai berikut:

  • Jumlah Bahan Bakar
  • Kondisi Ban
  • Kerja lampu dan indikator pada kombinasi meter
  • Kerja sistem pembersih kaca
  • Kerja sistem rem
  • Jika memungkinkan berikan grease [gemuk] pada plug busi dan distributor / sistem pengapian

B. Saat Melalui Jalan Yang Terendam Banjir

  • Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi muffler atau knalpot
  • Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi air cleaner atau saringan udara
  • Jika ketinggian air melebihi kedua hal tersebut lebih baik hindari gelombang air
  • Jalankan kendaraan dengan rpm tinggi dan posisi gigi rendah 1 atau 2 [rpm 2000 - 3000] dan jangan diayun atau diturunkan
  • Jika kendaraan tiba-tiba mati, periksa apakah knalpot terendam air dan air cleaner basah atau tidak. Jika terdapat air lebih baik jangan dihidupkan
  • Bawalah kendaraan anda ke bengkel dengan cara ditarik atau hubungi bengkel terdekat

C. Apabila Kendaraan Terpaksa Ditinggal Saat Banjir

  • Pastikan bahwa battery sudah dilepas dari mobil
  • Pastikan bahwa knalpot dan saluran saringan udara sudah tertutup dengan rapat
  • Pastikan bahwa kendaraan tidak bergeser saat terjadi banjir
  • Pastikan pintu tertutup dengan rapat

D. Tindakan Pasca Banjir

» Pasca Banjir Ringan

  • Periksa kondisi bearing-bearing roda
  • Periksa kondisi sistem rem
  • Periksa kerja sistem ABS
  • Periksa kondisi tie rod dan ball joint
  • Bawa kendaraan anda ke bengkel

» Pasca Banjir Sedang

  • Periksa kondisi oli mesin dan transmisi, jika tercampur air [putih kecoklatan dan berbusa] ganti dengan yang baru
  • Buka knalpot dan saringan udara, jika ada air bersihkan dan keringkan
  • Pastikan mesin dapat berputar dengan cara memutar pully dengan kunci
  • Segera bawa kendaraan anda ke bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut
  • Periksa silinder dengan membuka busi, jika ada air bersihkan dengan cara start engine dengan kondisi busi terbuka semua
  • Periksa kelengkapan kelistrikan mesin [starter, alternator, dan ECU] jika terdapat air bersihkan dan keringkan
» Pasca Banjir Berat*
  • Periksa komponen-komponen sesuai pada kategori kebanjiran ringan dan sedang serta periksa komponen yang ada di dalam kabin
  • Periksa semua ECU, combination meter, tape, relay, dan fuse serta semua konektor yang ada di dalam kabin dari air, kemudian bersihkan dan keringkan dengan menggunakan blower atau hair dryer
*) Hubungi bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut

E. Ketinggian Banjir

Komponen
Fortuner/Innova
Altis/vios/Yaris
Avanza/Rush
Ketinggian Air intake100/80 cm65/55/50 cm80/90 cm
Ketinggian Alternator75/70 cm60 cm55 cm
Posisi ECUDalam kabinRuang mesinDalam Kabin
Ketinggian ECU80 cm70 cm40/70 cm
Ketinggian Kabin40 cm30 cm40 cm
Ground Clearence
Ban70/60 cm55 cm55 cm

F. Komponen Yang Tidak Boleh Terkena Air

Water proof
Sensor
O
Konektor
O
Lampu
O
Batere
X
Komponen Kabin
X
Alternator
O
Motor starter
O
Ignition
O

Smart Driving - Pedoman Mengemudi Aman dan Efisien

Teknik Pengereman

Pengereman merupakan tindakan pencegahan terhadap benturan. Lakukan dengan cara yang benar. Ada beberapa teknik pengereman yang dikenal, yaitu Normal Braking (ease and squeeze), Threshold dan Pulse.

Bila kendaraan sudah dilengkapi ABS, Anda tinggal tekan pedal rem sekeras mungkin tanpa takut ban mengunci, mobilpun masih bisa dikendalikan.

Bila tak dilengkapi ABS, lakukan teknik Threshold, dimana Anda menginjak pedal sekeras mungkin tapi jangan sampai roda mengunci. Jika ban mengunci, kurangi injakan rem. Ingat, selalu jaga kekuatan injakan di titik kritis.

Dengan teknik Pulse, buatlah pulsa injakan rem dengan cara menendang keras pedal berulang kali sampai mobil berhenti. Semakin cepat dan kuat tendangan, makin cepat pula kendaraan berhenti. Cara ini efektif di jalan yang licin.

Perlu diperhatikan pula kondisi jalan saat melakukan pengereman. Jalan licin, jalan tanah atau jalan rusak, maupun jalan dengan polisi tidur membutuhkan teknik dan kemampuan pengereman yang sesuai.

Satu hal lagi, pengereman akan optimal bila Anda tidak panik!

Menembus Banjir

Banjir bukan halangan di jalan jika Anda bisa mengantisipasinya dengan tepat.

  1. Pastikan Anda hapal dengan rute jalan.
  2. Cermati genangan air. Bila setinggi setengah ban, keadaan masih normal.
  3. Lewati genangan secara perlahan.
  4. Jaga kecepatan secara konstan karena bisa membantu menciptakan gelombang haluan di sisi mobil sehingga ruang mesin aman, jangan menginjak pedal kopling (setengah kopling, pakai gigi rendah gigi 1) dengan rpm sekitar 1.500 atau 2.000 dan usahakan tidak berhenti ditengah-tengah.
  5. Hindari percikan air membasahi mesin dengan cara mematikan AC saat menerjang banjir.
  6. Bila sudah melewati genangan, jalan perlahan dan injak pedal rem setengah untuk mengeringkan kampas rem yang basah. Bila dibiarkan basah bisa berakibat rem blong.

Situasi Darurat

Siapapun tak bisa mengelak dari situasi darurat yang selalu datang tak terduga selama perjalanan. Berikut tips yang bisa Anda terapkan bergantung situasinya.

  1. Understar (moncong mobil tak mau belok di tikungan)
    Jangan banting stir. Kurangi putaran roda kemudi secara bertahap. Lalu kurangi tekanan pedal gas secara halus untuk mengembalikan titik berat kembali ke bagian depan mobil.
  2. Oversteer (bagian belakang terlempar menjauhi mulut tikungan)
    Hindari akselerasi atau deselerasi secara mendadak. Lakukan counter steer, lalu akselerasi secara halus dan bertahap.
  3. Rem blong
    Segera pompa pedal rem. Pindahkan perseneling ke gigi lebih rendah. Bila sistem rem gagal, gunakan rem tangan dengan tetap menahan tombol pengunci. Lalu pinggirkan ke tempat yang aman untuk berhenti.
  4. Pecah ban
    Kendalikan stir dengan pasti. Pindah perseneling ke gigi lebih rendah secara halus dan bertahap. Jangan injak rem. Saat mobil dapat dikendalikan, injak rem secara bertahap sampai berhenti total.
  5. Mesin mendadak mati
    Pinggirkan kendaraan ke tempat aman. Beri sinyal dan nyalakan lampu emergensi (hazard). Pasang segitiga pengaman, lalu panggil bantuan.
  6. Kebakaran di mobil
    Segera tepikan kendaraan di tempat aman, lalu keluar menjauh dari mobil. Bila api terlalu besar, jangan nekat memadamkan sendiri dengan air karena kurang efektif untuk kebakaran dari bahan bakar dan oli. Segera panggil bantuan.

Sumber: Indonesia Defensive Driving Center (IDDC)

Mobil Terbalik, Jangan Panik!

Kecelakaan lalu lintas adalah sesuatu yang sangat tidak diharapkan oleh para pengemudi dan pengguna jalan yang lainnya. Namun demikian, walau diri kita telah berhati-hati saat mengemudi di jalan, ternyata masih saja tertimpa musibah. Namanya saja musibah, tiap orang tentu tak mengharapkannya bukan?

Suatu ketika, kita sudah berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan, namun karena kelalaian dari pengguna jalan yang lain, musibah datang tak terelakkan. Nah, selain kita tetap perlu memulai sikap disiplin dalam mengemudi di jalan, ada baiknya pula kita mempersiapkan diri kita untuk hal terburuk yang bakal terjadi di jalan.

Bukannya berharap bahwa kita akan menemui hal yang sangat tidak mengenakkan tersebut. But, who knows? Toh, hal ini juga memberi masukkan yang positif bagi kita juga, agar kita bisa melakukan tindakan penyelamatan pertama, untuk menghindari terjadinya hal yang lebih buruk lagi.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan, jika suatu saat Anda mengalami suatu keadaan, sehingga menyebabkan mobil yang Anda kendarai terbalik. Pentingnya langkah awal ini, untuk membantu Anda dalam menyelamatkan diri Anda, sambil menunggu bantuan datang dari pihak yang lain.

  • Tetap tenang dan jangan panik. Buatlah diri Anda untuk tetap sadar, semampu-mampunya Anda, walau bagaimanapun kondisinya. Hal ini sangat penting untuk menghindari tindakan yang lebih gegabah. Selanjutnya, jika Anda mampu, cobalah untuk berteriak meminta tolong atau segera meraih telepon mobil atau telepon selular anda, dan menghubungi pihak yang berwajib.
  • Jika mobil dalam kondisi terbalik, bisa saja body mobil dan atap akan remuk serta menjepit diri anda. Jika demikian keadannya, usahakan untuk tidak melakukan gerakan sedikitpun, untuk mengantisipasi adanya bagian dari tubuh Anda, yang secara tidak Anda sadari, terjepit dan mengalami patah tulang. Sebab, tulang yang patah bisa menyebabkan kerusakan pada bagian syaraf. Jadi, sekali lagi, tetaplah tenang.
  • Jika kaca jendela atau kaca depan mobil retak dan nyaris pecah, mungkin karena tertahan oleh lapisan kaca 'film', janganlah anda mencoba menyingkirkannya. Kondisi kaca yang telah rapuh bisa menyebabkan kaca tersebut berantakan dan akhirnya melukai tubuh Anda. Ingat, mata Anda adalah bagian tubuh yang sangat lembut dan mudah terluka. Alihkan saja pandangan Anda dari depan kaca yang menggantung itu, dan berusahalah untuk tidak menyenggol bagian tersebut.
  • Kenakanlah selalu sabuk pengaman, saat Anda mengemudikan mobil Anda. Perangkat penyelamat ini sangat vital dan berfungsi sebagai pengikat tubuh, agar saat terjadi benturan keras, badan pengemudi atau penumpang tidak terpental. Pemakaian sabuk pengaman di saat mobil terbalik, memungkinkan tubuh Anda berada tak jauh dari posisi duduk semula. Hal ini lebih baik, daripada terpental keluar, atau kemudian terjepit oleh body mobil yang remuk.
  • Jika dalam kejadian tersebut, Anda mencium bau bahan bakar yang sangat tajam, segera ambil tindakan. Namun, sekali lagi, jangan panik. Coba gerakkan bagian-bagian tubuh Anda, terutama tangan dan kaki. Jika Anda merasa mampu, usahakan sekuat tenaga dan secepat mungkin untuk mengeluarkan tubuh Anda dari dalam mobil, dari celah yang ada dan memungkinkan, yakni bagian jendela mobil atau kaca depan. Sebab nyawa Anda yang lebih utama, bukan? Pastikan bahwa tak ada kaca mobil yang masih menggantung. Dan setelah berhasil keluar, segera menjauh dari mobil, untuk menghindari kemungkinan mobil akan terbakar dan segeralah mencari pertolongan.

Sebagai tindakan preventif atau pencegahan, periksalah kondisi mobil Anda, sebelum Anda mengendarainya. Kelalaian dalam memeriksa kelayakan mobil sebelum berkendara, terutama kondisi ban dan rem, diperkirakan menjadi penyebab kecelakaan mobil yang sangat fatal, hingga menyebabkan mobil terbalik.

Selain itu, hindari gaya mengemudi yang 'ugal-ugalan', terlalu percaya diri dan 'egois' alias tidak mempedulikan kepentingan pengguna jalan yang lainnya. Kondisi tubuh juga perlu diperhatikan, sehingga jangan sampai Anda mengemudikan mobil dalam kondisi tubuh yang lelah dan mengantuk. Carilah tempat untuk beristirahat, hingga tubuh Anda kembali segar dan siap melanjutkan perjalanan

sumber : kapanlagi.com

Mengenal Transmisi Otomatis

Pedoman Posisi Tuas Transmisi

[P] Parkir untuk kondisi parkir, roda dalam keadaan terkunci

[R] Reverse/Mundur untuk berkendara mundur

[N] Netral bebas koneksi dengan mesin, digunakan saat berhenti lama (di lampu merah, dll)

[D] Drive/Maju digunakan saat berkendara, gigi transmisi akan berpindah secara otomatis sesuai kecepatan kendaraan

[2] Second untuk jalan menurun, memberi efek mengerem, gigi transmisi hanya sampai gigi dua

[L] Low untuk daerah yang banyak turunan curam, misal pegunungan, untuk menahan laju kendaraan dengan pengereman mesin. Gigi transmisi tetap pada posisi gigi satu saja

Penggunaan Over Drive
Saat berkendara dengan posisi [D] tekan tombol Over Drive [O/D] agar transmisi berpindah ke gigi 4 pada waktunya secara otomatis. Over Drive dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar serta menambah kenyamanan berkendara (memperhalus bunyi mesin) pada kecepatan tinggi.

Tips Berkendara dengan Aman Selama di Perjalanan

Etika Anda berkendara cerminan pribadi Anda ...

Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut, agar anda bisa sampai di tujuan dengan selamat :

  • Atur posisi kaca spion luar maupun dalam sesuai postur tubuh anda.

  • Kenakan sabuk pengaman.

  • Pastikan semua pintu sudah terkunci, terlebih jika anda sering melalui jalan yang kurang aman.

  • Usahakan tenang dan tetap waspada dalam mengemudi.

  • Hindari sesuatu yang dapat memecah konsentrasi anda saat mengemudi seperti : menerima HP, bercanda dengan berlebihan, sehingga perhatian anda tidak terjaga.

  • Hindari memaksakan diri mendahului kendaraan lain, jika tidak memungkinkan.

  • Jaga etika selama di perjalanan, hindari terpancing emosi saat mengendara. Sikap anda berkendara adalah cerminan pribadi anda.


Jangan lupa, berdo`alah untuk keselamatan anda. Semoga anda sampai tujuan dengan selamat ...

Kelalaian Penggunaan Sabuk Keselamatan Akan Berakibat Fatal

TOYOTA sangat menganjurkan setiap pengemudi maupun penumpang untuk mengenakan sabuk keselamatan, untuk menghindari kemungkinan bertambah parahnya cidera saat terjadi kecelakaan.

[PENGGUNAAN]

  • Hindari merebahkan sandaran tempat duduk terlalu rendah. Sabuk keselamatan memberikan perlindungan maksimum di saat sandaran tempat duduk pada posisi normal/tegak.

  • Pastikan sabuk pengaman anda tidak terjepit atau tersangkut di pintu atau tempat duduk.

  • Bagi PUTRA-PUTRI ANDA yang belum cukup besar untuk mengenakan sabuk keselamatan, sebaiknya menempatkan mereka untuk duduk di kursi tengah. Statistik kecelakaan membuktikan, anak-anak akan lebih aman dan terlindung pada tempat duduk belakang daripada tempat duduk depan.

  • Hindari pemakaian satu sabuk pengaman untuk dua anak.

  • Hindari pula membiarkan anak-anak duduk di pangkuan Anda, karena hal ini tidak cukup melindungi mereka.

  • Bagi WANITA HAMIL, TOYOTA tetap menganjurkan untuk mengenakan sabuk pengaman dan gunakan serendah mungkin yaitu di atas pangkal paha bukan pada pinggang.

  • Setelah memasukkan gesper, pastikan gesper telah terkunci pada pengaitnya dan sabuk tidak terpuntir.

  • Hindari penggunaan koin dan klip ke dalam gesper, karena hal ini akan menghalangi penguncian gesper dalam pengaitnya.

Tips Memperpanjang Umur Kendaraan dan Menghemat Bahan Bakar



  1. Hindari pemanasan mesin yang terlalu lama, jika putaran mesin sudah rata jalankan kendaraan.
  2. Putaran mesin diusahakan jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.
  3. Hindarilah menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, usahakan menjalankan kendaraan dengan kecepatan konstan dan jangan mengkocok-kocok pedal gas jika tidak diperlukan.
  4. Waktu mengendarai jangan meletakkan kaki di atas pedal kopling
  5. Jagalah tekanan angin ban kendaraan sesuai/ tepat.
  6. Bagi kendaraan yang menggunakan Exhaust Brake, posisikan switch utama pada ON jika sedang berkendara.
  7. Ikuti jadwal perawatan pemeliharaan yang ada pada buku pedomn pemilik dan buku service.

Tips Merawat Ban TOYOTA Anda

PANDUAN MERAWAT BAN

Ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan yang memiliki fungsi antara lain :

Untuk menyangga beban (kendaraan dan muatan), meredam guncangan, memindahkan gaya dorong kendaraan, pengereman dan mengontrol arah kendaraan.

Untuk mengetahui cara mencegah terjadinya kerusakan ban, mari kita mengenal lebih jauh tentang ban dan cara perawatannya.

  • Komponen BanKomponen Ban

Komponen Ban:
  1. Casing (Ply) adalah rangka ban

  2. Telapak (tread) adalah bagian ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

  3. Bead berfungsi untuk mencegah ban terlepas dari pelek. Bagian ujung lembaran benang (ply) dililitkan megelilingi kawat bead yang terbuat dari baja

TIPS MERAWAT BAN :

  1. Periksa Tekanan Angin (sedikitnya 1x sebulan)

    Dilakukan bila ban terlihat kempes atau tekanan ban berlebihan, terutama bila akan bepergian jauh. Harap menggunakan acuan pada buku pedoman pemilik kendaraan untuk melihat tekanan angin ideal kendaraan Anda.

    • Sisi Aus BanSisi Aus Ban

    Efek tekanan angin berlebih :
  • Ban lebih mudah aus pada bagian tengah.

  • Ban kurang dapat menahan guncangan sehingga mengurangi tingkat kenyamanan & pengendalian kendaraan menjadi kurang baik.

    Efek tekanan angin yang kurang :

  • Ban lebih cepat aus pada bagian sisi telapak.

  • Penggunaan bahan bakar meningkat, karena ban kempes membuat beban ban lebih berat sehingga membuat mesin bekerja lebih keras.

  1. Periksa Kedalaman Alur Ban

    • Batas Pemakaian BanBatas Pemakaian Ban

    Melalui penunjuk keausan ban yaitu rusuk melintang pada dasar alur telapak, tinggi umumnya 1,6mm, ditandai dengan ? atau tulisan TWI (Tread Wear Indicator) pada dinding samping bagian atas ban. Jumlah 6 buah pada sekeliling ban. Ban harus diganti, jika indikator TWI ban sudah terlihat.

  2. Disarankan untuk Balancing dan atau Spooring

    Vibrasi atau gangguan pada kendaraan dapat disebabkan karena ketidakseimbangan. Penyelarasan ban bertujuan agar tidak terjadi getaran pada kendaraan.

  3. Lakukan Rotasi berkala (setelah Pemakaian 10.000KM)

    Penggantian posisi ban agar ban memiliki umur pemakaian yang sama dan mencegah keausan tidak merata.

  4. Periksa Kondisi Tutup Pentil

    Lihatlah apakah pentil sudah tertutup atau belum. Tutup pentil berfungsi mencegah keluarnya udara dan mencegah tekanan angin tetap stabil.

  5. Periksa Kondisi Pelek

  • Pastikan pelek tidak rusak (retak, berubah bentuk atau berkarat). Kerusakan pada pelek dapat menyebabkan ban menjadi rusak

  • Gunakan cairan pelumas untuk memudahkan ban ke pelek.

  1. Perhatikan Beban Muatan Kendaraan

    Ban lebih cepat aus bila mengangkut beban lebih dari yang disarankan.

  2. Berhati-hatilah Dalam Memilih Jalan

    Bagian telapak ban dilapisi kawat baja agar ban tetap kuat dan tahan terhadap tusukan. Bagian samping ban tidak dilapisi kawat baja karena dapat membuat ban menjadi kaku dan keras.

  • Permukaan jalan yang kasar lebih mudah mengikis telapak beban.

  • Saat melewati jalan berlubang, gunakanlah bagian telapak ban dan usahakan untuk tidak membelok (menghindari) tiba-tiba agar ban terhindar dari benturan samping.

CONTOH KERUSAKAN BAN YANG SERING TERJADI

  1. Shock CBU (Casing Break Up)

    Ban berbenturan dengan keras karena jalan yang rusak atau pengemudian yang kasar dapat membuat terputusnya benang-benang pada sisi samping ban. Kerusakan ditandai dengan dinding ban menggelembung.

  2. Kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan dalam pemasangan dan pelepasan ban dari pelek

    Pemasangan dan pelepasan ban dapat menyebabkan kawat bead patah bila kondisi tekanan angin berlebih.

  3. Kerusakan yang disebabkan terpotong pada dinding samping

    Ban sobek dapat disebabkan oleh benda tajam atau benda keras.

  4. Kerusakan yang disebabkan kurangnya tekanan angin ban

    Dinding ban menjadi terkikis akibat tekanan angin ban tidak sesuai dengan beban yang dimuat.

Perhatian !

Untuk keselamatan Anda, hindari pemakaian ban gundul (aus)

karena bisa mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Ban mudah tertusuk.

  2. Ban jadi cepat panas.

  3. Pengereman di jalan basah tidak maksimal.

  4. Pengendalian kendaraan menjadi tidak maksimal sehingga membahayakan keselamatan.

Untuk memastikan kondisi ban Anda, selalu lakukan servis Berkala di bengkel resmi Toyota,

Bengkel Toyota akan merawat dan melakukan pengecekan kondisi ban kendaraan Anda dengan cermat.

sumber : Buletin TOYOTA